Monthly Archives: August 2013

Jangan menjadi orang ingkar dan munafik

Kata kafir dan munafik ialah jenis kategori manusia yang dilakukan dirinya terhadap petunjuk yang telah sampai kepadanya dari rasulullah. Dia telah tahu apa itu ajaran Allah yang dibawakan oleh utusan-Nya yaitu Rasulullah SAW namun manusia ini mengingkari jalan itu, tidak mau mengikuti, bahkan menjadi musuh dari umat yang menjalani ajaran Allah tersebut. Tipe ini ialah orang kafir.

Allah SWT menjelaskan bahwa ketika kita memberikan peringatan/dakwah kepada orang kafir, banyak di antara mereka tetap tidak akan beriman karena Allah telah mengunci hati, telinga mereka dan pada mata mereka ada tutup atau hijab yang membuat mereka tidak dapat melihat kebenaran. Bagi mereka siksa yang amat berat. Namun, selain itu Allah SWT berkehendak untuk menjadikan orang yang tadinya kafir bisa mendengar atau melihat petunjuk sehingga mereka berpikir dan menemukan kebenaran. Jadi walaupun hati, telinga, dan mata mereka terkunci, Allah memberikan akal agar mereka masih dapat berpikir.

Kafir

Sedangkan manusia yang dia mengaku beriman akan tetapi perbuatannya tidak merefleksikan sebagai orang yang sungguh beriman. Manusia tipe inilah yang disebut orang munafik. —Mereka hanya menipu Allah & orang-orang beriman namun sesungguhnya mereka ini menipu diri sendiri. Di dalam hati orang munafik ini ada “penyakit” dan Allah akan terus menambah “penyakit” ini. Orang munafikpun akan dibalas dengan siksa yang pedih atas apa yang mereka dustakan di dunia.

Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang munafik ini, kita merasa sudah menjadi orang beriman yang benar namun padahal perbuatan kita mencerminkan orang munafik. Sehingga di dalam hati kita terdapat penyakit. Untuk mengetahui apakah kita termasuk ke dalam golongan orang munafik, Allah menjelaskan pada ayat 11-14 Al Baqarah yaitu:

  • —Mereka berbuat kerusakan di bumi namun ketika diingatkan merasa bahwa mereka telah berbuat kebaikan bukan kerusakan. Contoh berbuat kerusakan di bumi seperti menebang hutan yang dilindungi dan membunuhi makhluk hidup di dalamnya. Selain itu kerusakan di bumi ini juga yang dimaksud hal-hal kecil seperti membuang sampah sembarangan. Islam adalah agama yang sangat mencintai alam dan membenci kerusakan di bumi. Oleh karena itu, jika kita orang muslim maka kita seharusnya mencintai alam dan ketertiban di muka bumi. Jauhilah orang yang suka berbuat kerusakan di bumi karena jangan-jangan kita termasuk ke dalam golongan orang munafik ini.

  • Kedua, mereka tidak mau beriman seperti mukmin lainnya bahkan mereka mengejek mukmin lainnya itu merupakan orang-orang bodoh padahal Allah telah menjelaskan bahwa yang bodoh itu ialah orang-orang munafik. Contoh di bawah orang muslim mengejek mukmin lainnya dan tidak mau beriman seperti mukmin lainnya.

  • Ketika orang munafik bertemu dengan orang Islam, mereka berkata mereka beriman namun ketika mereka bertemu dengan orang-orang kafir atau munafik lainnya, mereka hanya bilang bahwa mereka hanya bercanda dan bermain-main saja.

—Allah akan mempermainkan orang munafik ini di dunia dan akhirat dan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka terus terombang ambing. —Orang ini menukar petunjuk yang jelas dalam Al Quran dengan kesesatan dan mereka tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Untuk orang munafik seperti ini, Allah memberikan perumpamaan kondisi yang dialami oleh orang seperti ini yaitu:

  • Mereka seperti menyalakan lilin di tempat yang gelap kemudian lilin itu dimatikan oleh Allah sehingga mereka berada dalam kegelapan menjadi Tuli, Bisu dan Buta sehingga mereka pun tidak dapat kembali

Candle

  • Selain itu, mereka seperti berada dalam kondisi hujan yang sangat lebat dan gelap, hanya ada kilat beserta petir di dalamnya. Mereka menutup telinga karena takut mati diakibatkan menggelegarnya kilat dan hujan yang sangat lebat disertai kegelapan yang pekat.

Heavy Rain

  • Kilat tadi hampir menyambar mata mereka. Setiap ada sinaran kilat, mereka berjalan namun ketika gelap mereka berhenti. Allah bisa saja menghilangkan penglihatan dan pendengaran mereka
—Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu termasuk orang-orang kafir. Itulah tadabbur dari ayat QS.2:6-20.

Petunjuk manusia dan cara menjadi orang yang beruntung

Pada awal blog ini saya ingin mentadabburi Al —Quran dimulai dari surat Al Baqarah ayat 1 hingga 5. Disini Allah SWT menjelaskan mengenai petunjuk bagi manusia bertakwa dan ciri-ciri manusia yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Tuhannya.

Dimulai dengan Alif Lam Mim yang menandakan awalan dari surat-surat utama di dalam Al Quran.
Pada ayat 2, Allah menjelaskan bahwa —Al Quran merupakan kitab yang asli dan original dari Tuhan pencipta alam semesta dan tidak ada keraguan di dalamnya. Tidak ada keraguan disini bahwa kitab ini tidak diciptakan oleh manusia, segala sesuatu yang terkandung di dalamnya adalah benar dan tidak ada perubahan apapun dari awal mulanya turun Al Quran. Sehingga dengan kebenaran kitab Al Quran, seharusnya manusia menjadikan Al Quran sebagai referensi segala persoalan hidup dan menjadi petunjuk cara hidup seseorang.
—Disini disebutkan bahwa Al Quran merupakan petunjuk atau referensi bagi orang bertakwa. Karena orang yang bertakwa merupakan orang yang beriman kepada Al Quran dan bisa mentadabburi makna Al Quran sehingga ia akan mengamalkan kitab Al Quran ini dalam setiap nafas kehidupan yang dijalaninya. Ibaratnya Al Quran ini suatu manual seseorang manusia yang bertakwa yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari mulai bangun tidur hingga manusia tersebut kembali tidur.
2013-08-10-11-30-57
Setelah disebutkan orang bertakwa, ayat berikutnya menjelaskan bagaimana cara menjadi orang bertakwa dan keuntungan orang yang bertakwa.
Pada ayat 5, Allah menjelaskan bahwa orang bertakwa akan mendapat keberuntungan dan mendapat petunjuk dari Tuhan mereka. Inilah sebenarnya kenikmatan menjadi orang yang bertakwa yaitu kenikmatan menjadi orang beruntung (bejo) dan mendapat petunjuk dari Allah. Dengan ketakwaan, kita bisa mendapat nikmat keberuntungan dunia dan akhirat. Jika saya tadabburi lebih dalam, keberuntungan dunia seperti rizki yang pas dan cukup. Pas butuh rumah, rezeki yang diberikan Allah juga pas ada. Pas butuh liburan, diberikan waktu dan uang yang cukup untuk liburan. Begitu juga dengan keberuntungan akhirat yang pasti orang yang paling beruntung ialah yang bisa melewati padang mahsyar dengan tenang dan pada akhirnya dimasukkan ke dalam jannah atau surga.
Selain beruntung, orang bertakwa juga mendapatkan petunjuk dari Allah. Petunjuk disini mungkin diarahkan kepada pilihan dalam hidupnya. Entah mungkin pada saat kondisi di pekerjaan yang membutuhkan suatu keputusan. Jika dia orang yang bertakwa maka dia bisa mendekat kepada Allah dan berdoa untuk mendapat keputusan terbaik. Maka dari itu, pemimpin yang bermanfaat ialah yang paling bertakwa. Karena dengan dia bertakwa maka seluruh keputusan seorang pemimpin akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Pemimpin tersebutpun juga tidak akan berbohong, korupsi dan melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah SWT.
Dan untuk menjadi orang bertakwa, Allah menjelaskan caranya yaitu:
  1. Orang yang beriman dengan hal-hal yang gaib terutama Maha Gaib yaitu Allah SWT. Selain itu, kita juga beriman kepada malaikat yang gaib serta makhluk Allah lainnya
  2. Orang yang mendirikan shalat

Setelah beriman, Allah menegaskan bahwa orang bertakwa itu ialah orang yang mendirikan shalat. Sehingga kita dapat melihat pentingnya shalat setelah kita meyakini iman kepada yang gaib. Jika kita tidak mendirikan shalat maka sudah dipastikan kita tidak akan menjadi orang yang bertakwa
       3.  Orang yang menginfakkan rezeki yang telah diberikan Allah. Infaq dan zakat merupakan komponen menjadi takwa. Jika kita shalat saja namun tidak ada keinginan berbagi maka kita tidak akan menjadi seseorang yang bertakwa.

       4.  Orang yang beriman kepada Al Quran dan kitab sebelum Al Quran. Iman kepada Al Quran disini ialah mempelajarinya, membaca, menghafal dan yang terutama mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa melihat contohnya dari kehidupan Rasulullah SAW yang mana beliau adalah teladan seluruh manusia dan beliau merupakan Al Quran yang berjalan.
            Orang takwa juga yakin dengan kitab sebelum Al Quran seperti Injil dan Taurat. Namun dengan kondisi kitab-kitab tersebut sekarang ini sudah banyak revisi oleh manusia mengakibatkan kitab-kitab sebelum Al Quran sudah tidak dapat dijadikan referensi. Seluruh nabi Allah mengajarkan satu ilmu yaitu tauhid.
       5.  Orang yang yakin akan adanya akhirat setelah kematian. Yang terakhir ialah, orang bertakwa ialah yakin setelah kematian ada tahapan akhirat. Yaitu hari dimana manusia dibangkitkan dari nabi Adam hingga akhir manusia. Hari dimana semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan dan ditimbang oleh Allah SWT. Siapa yang menjadi hamba yang mengikuti petunjuk Allah akan mendapatkan sesuai dengan janji-Nya sedangkan siapa yang menjadi hamba yang inkar dan tidak mau mengikuti petunjuk juga akan mendapatkan balasan dari-Nya.
Demikianlah tadabbur 5 ayat pertama surat Al-Baqarah yang menjelaskan petunjuk manual manusia dan cara menjadi orang yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Allah SWT