Petunjuk manusia dan cara menjadi orang yang beruntung

Pada awal blog ini saya ingin mentadabburi Al —Quran dimulai dari surat Al Baqarah ayat 1 hingga 5. Disini Allah SWT menjelaskan mengenai petunjuk bagi manusia bertakwa dan ciri-ciri manusia yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Tuhannya.

Dimulai dengan Alif Lam Mim yang menandakan awalan dari surat-surat utama di dalam Al Quran.
Pada ayat 2, Allah menjelaskan bahwa —Al Quran merupakan kitab yang asli dan original dari Tuhan pencipta alam semesta dan tidak ada keraguan di dalamnya. Tidak ada keraguan disini bahwa kitab ini tidak diciptakan oleh manusia, segala sesuatu yang terkandung di dalamnya adalah benar dan tidak ada perubahan apapun dari awal mulanya turun Al Quran. Sehingga dengan kebenaran kitab Al Quran, seharusnya manusia menjadikan Al Quran sebagai referensi segala persoalan hidup dan menjadi petunjuk cara hidup seseorang.
—Disini disebutkan bahwa Al Quran merupakan petunjuk atau referensi bagi orang bertakwa. Karena orang yang bertakwa merupakan orang yang beriman kepada Al Quran dan bisa mentadabburi makna Al Quran sehingga ia akan mengamalkan kitab Al Quran ini dalam setiap nafas kehidupan yang dijalaninya. Ibaratnya Al Quran ini suatu manual seseorang manusia yang bertakwa yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari mulai bangun tidur hingga manusia tersebut kembali tidur.
2013-08-10-11-30-57
Setelah disebutkan orang bertakwa, ayat berikutnya menjelaskan bagaimana cara menjadi orang bertakwa dan keuntungan orang yang bertakwa.
Pada ayat 5, Allah menjelaskan bahwa orang bertakwa akan mendapat keberuntungan dan mendapat petunjuk dari Tuhan mereka. Inilah sebenarnya kenikmatan menjadi orang yang bertakwa yaitu kenikmatan menjadi orang beruntung (bejo) dan mendapat petunjuk dari Allah. Dengan ketakwaan, kita bisa mendapat nikmat keberuntungan dunia dan akhirat. Jika saya tadabburi lebih dalam, keberuntungan dunia seperti rizki yang pas dan cukup. Pas butuh rumah, rezeki yang diberikan Allah juga pas ada. Pas butuh liburan, diberikan waktu dan uang yang cukup untuk liburan. Begitu juga dengan keberuntungan akhirat yang pasti orang yang paling beruntung ialah yang bisa melewati padang mahsyar dengan tenang dan pada akhirnya dimasukkan ke dalam jannah atau surga.
Selain beruntung, orang bertakwa juga mendapatkan petunjuk dari Allah. Petunjuk disini mungkin diarahkan kepada pilihan dalam hidupnya. Entah mungkin pada saat kondisi di pekerjaan yang membutuhkan suatu keputusan. Jika dia orang yang bertakwa maka dia bisa mendekat kepada Allah dan berdoa untuk mendapat keputusan terbaik. Maka dari itu, pemimpin yang bermanfaat ialah yang paling bertakwa. Karena dengan dia bertakwa maka seluruh keputusan seorang pemimpin akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Pemimpin tersebutpun juga tidak akan berbohong, korupsi dan melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah SWT.
Dan untuk menjadi orang bertakwa, Allah menjelaskan caranya yaitu:
  1. Orang yang beriman dengan hal-hal yang gaib terutama Maha Gaib yaitu Allah SWT. Selain itu, kita juga beriman kepada malaikat yang gaib serta makhluk Allah lainnya
  2. Orang yang mendirikan shalat

Setelah beriman, Allah menegaskan bahwa orang bertakwa itu ialah orang yang mendirikan shalat. Sehingga kita dapat melihat pentingnya shalat setelah kita meyakini iman kepada yang gaib. Jika kita tidak mendirikan shalat maka sudah dipastikan kita tidak akan menjadi orang yang bertakwa
       3.  Orang yang menginfakkan rezeki yang telah diberikan Allah. Infaq dan zakat merupakan komponen menjadi takwa. Jika kita shalat saja namun tidak ada keinginan berbagi maka kita tidak akan menjadi seseorang yang bertakwa.

       4.  Orang yang beriman kepada Al Quran dan kitab sebelum Al Quran. Iman kepada Al Quran disini ialah mempelajarinya, membaca, menghafal dan yang terutama mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa melihat contohnya dari kehidupan Rasulullah SAW yang mana beliau adalah teladan seluruh manusia dan beliau merupakan Al Quran yang berjalan.
            Orang takwa juga yakin dengan kitab sebelum Al Quran seperti Injil dan Taurat. Namun dengan kondisi kitab-kitab tersebut sekarang ini sudah banyak revisi oleh manusia mengakibatkan kitab-kitab sebelum Al Quran sudah tidak dapat dijadikan referensi. Seluruh nabi Allah mengajarkan satu ilmu yaitu tauhid.
       5.  Orang yang yakin akan adanya akhirat setelah kematian. Yang terakhir ialah, orang bertakwa ialah yakin setelah kematian ada tahapan akhirat. Yaitu hari dimana manusia dibangkitkan dari nabi Adam hingga akhir manusia. Hari dimana semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan dan ditimbang oleh Allah SWT. Siapa yang menjadi hamba yang mengikuti petunjuk Allah akan mendapatkan sesuai dengan janji-Nya sedangkan siapa yang menjadi hamba yang inkar dan tidak mau mengikuti petunjuk juga akan mendapatkan balasan dari-Nya.
Demikianlah tadabbur 5 ayat pertama surat Al-Baqarah yang menjelaskan petunjuk manual manusia dan cara menjadi orang yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Allah SWT
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: