Monthly Archives: September 2013

Siklus kehidupan dibuat Tuhan

Bagaimana kita ingkar kepada Allah SWT yang menciptakan kita dengan siklus mati – hidup – mati – hidup dan akan dikembalikan kembali kepada-Nya.

  • Fase pertama ialah Mati. Lama fase ini: ~ (Wallahualam)

yaitu disaat kita sebelum berada di rahim ibu kita. Kita tidak berwujud apa-apa. Pernahkah kita berpikir bahwa jika kita tidak hidup ke dunia, kita akan berada dimana? Mungkin kita hanya berupa nyawa yang berada dalam kegelapan dan tidak berarti apa-apa.

  • Fase kedua ialah Kehidupan Dunia. Lama fase ini: sesuai umur Rasulullah (normalnya 50-70 tahun)

Kemudian Allah SWT menjadikan kita ruh yang menempati fisik bayi saat masih berada di dalam rahim ibu kita. Disinilah Allah SWT menjadikan kita hidup. Setelah kita lahir ke dunia, Allah menjadikan kita seorang manusia yang saat inilah Allah memberikan petunjuk dari Rasul-Nya agar kita menjalani kehidupan ini memiliki visi, misi dan manual yang jelas.

Cycle

  • Fase ketiga: Kematian di alam kubur. Lama fase ini: kurang lebih 3000 tahun.

Setelah kita berumur kurang lebih 63 tahun, kita akan mati dan masuk ke dalam kubur untuk menunggu dibangkitkan kembali. Di kubur ini, yang kita bawa hanya amalan kita di dunia saja. Harta, keluarga dan segala yang kita dapat di dunia akan ditinggalkan. Bayangkan 3000 tahun ini bisa menjadi siksaan namun bisa juga menjadi ketenangan. Tergantung amal kita, jika amal kita bagus, shalat 5 waktu yang bagus, amalan wajib dan sunah kita penuhi, amal jariyah yang terus mengalir maka kubur kita tidak akan sempit. Wallahualam

  • Fase keempat: Kebangkitan di Alam Mahsyar. Lama fase ini: kurang lebih 50.000 tahun

Setelah kiamat datang, maka kita akan dibangkitkan oleh Allah SWT untuk menunggu pengadilan yang sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Semua orang akan membawa buku catatan semua amal yang pernah ia lakukan selama di dunia yang hanya berkisar antara 50-70 tahun. Jika amalannya baik maka ia akan menunggu bersama Rasulullah dan dengan tenang namun jika amalannya buruk, maka ia akan ketakutan dan sangat galau. Di fase ini, semua orang akan menunggu kurang lebih 50.000 tahun sebelum ia akan dimasukkan ke dalam surga atau neraka selama-lamanya.

Kesimpulan:

  • Hidup di dunia ini merupakan fase yang sangat sebentar dan tidak akan berarti apa-apa jika dibandingkan dengan fase berikut setelah kita mati. Oleh karena itu, kita harus menjadikan hidup di dunia ini menjadi bekal yang banyak untuk kehidupan berikutnya. Bekal yang paling baik ialah menjadi orang yang bertaqwa dan selalu menghindari berbuat dosa karena bisa jadi kita kalah di pengadilan Allah karena perbuatan dosa kecil yang kita selalu lakukan dan menganggap remeh.

QS. Al Baqarah: 28.

Hanya kepada Allah SWT lah kita berlindung dan memohon pertolongan.

Advertisements

Metafora dalam Quran dan Orang Fasik

Allah berfirman dalam Al Quran sering menggunakan metafora atau perumpamaan untuk menjelaskan maksud dari suatu keadaan. Contohnya pada ayat surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat sekalipun.  Selain itu ada ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

Lalat dan laba2

Orang beriman pasti yakin perumpamaan ini memang berasal dari Allah SWT sedangkan orang kafir yang dibiarkan sesat oleh Allah SWT bingung dengan maksud Allah membuat perumpamaan seperti ini. Orang-orang yang sesat ini disebut orang fasik itu ialah orang yang suka melanggar perjanjian terutama perjanjian kepada Allah SWT untuk menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka suka memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah sesuka mereka sendiri dan mereka berbuat kerusakan/zalim di dunia. Orang inilah yang rugi dunia dan akhirat.

Sehingga orang fasik dan orang kafir bisa dikatakan mirip karena sama-sama mengingkari yang Allah SWT perintahkan dan suka berbuat berdasarkan kesukaan mereka sendiri.

(QS.2:26-27)

Tantangan untuk yang masih ragu terhadap Al Quran

Allah SWT menantang kepada seseorang yang masih ragu terhadap kebenaran kitab Al Quran dan bahwa kitab ini diturunkan kepada Rasulullah dari Allah SWT. Tantangan untuk membuat satu surat yang semisal dengan Al Quran. Satu surat yang semisal ini ialah terkait dengan kebenaran isinya, kosa kata dari penyusun surat Al Quran, dan dihafal ribuan bahkan jutaan orang di bumi. Dan jika kamu sendiri tidak bisa membuat satu surat semisal maka silahkan mengajak seluruh manusia atau ciptaan Allah lainnya untuk membuatnya.

Allah menjelaskan di ayat berikutnya bahwa pasti manusia tidak akan mampu membuat satu surat seperti Al Quran. Dan jika manusia tidak mampu membuat Al Quran, maka takutlah akan neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Neraka ini disediakan untuk orang-orang kafir yang ingkar perintah Allah. Agar kita tidak masuk ke dalam neraka, maka kita harus menjadi orang yang beriman dan menjalankan seluruh perintah Allah SWT.

Sedangkan bagi orang yang beriman dan yakin terhadap Al Quran serta mereka berbuat baik dan menjalankan perintah Allah SWT sekaligus menjauhi larangan-Nya. Maka untuk mereka disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Untuk kaum mukminin ini maka disediakan pasangan-pasangan yang suci dan mereka akan kekal di dalam surga ini.

HD Paradise Wallpaper

 

(QS.2:23-25)

Sembahlah Tuhan yang menciptakan bumi, langit dan air

Pada ayat 21 surat Al Baqarah, Tuhan memerintahkan seluruh manusia untuk menyembah Allah sebagai Tuhan yang telah menciptakan manusia baik itu yang sekarang maupun sebelum kita. Sehingga manusia itu merupakan ciptaan Tuhan bukan berasal dari evolusi kera. Tujuan perintah menyembah ini ialah agar manusia menjadi orang yang bertakwa. Karena dengan takwa, manusia akan mendapat ridho Sang Pencipta sehingga ia akan hidup bahagia di dunia dan setelah kematian nanti yaitu di akhirat. Seperti pada hikmah sebelumnya, orang takwa akan menjadi orang beruntung dan akan mendapat petunjuk dari Tuhan.
—
Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan bumi sebagai hamparan yang luas dan langit itu sebagai atap dari hamparan tersebut. Seperti yang kita ketahui, langit bumi terdiri dari atmosfir yang berlapis-lapis. Dari Troposphere hingga Exosphere, masing-masing lapisan memilki fungsi masing-masing. Ada yang bertindak untuk menahan radiasi ultraviolet dan juga ada yang memantulkan gelombang mikro. Sehingga lapisan ini bertindak seperti atap dari daratan dan lautan di bumi. Diatas atmosphere sebenarnya ada lapisan langit yang lebih luas yaitu alam semesta.
Langit dan Bumi
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menurunkan air dari langit ke bumi dan dari air inilah keluar buah-buahan sebagai rezeki untuk manusia.
Dengan ciptaan-Nya ini, Allah memerintahkan kita manusia untuk tidak menjadikan sesuatu atau seseorangpun sebagai tandingan Allah sebagai Tuhan. Makna ini cukup mendalam, kadang kita mengaku bertuhan Allah namun kita tidak mengutamakan Allah ketika panggilan Allah untuk shalat telah tiba, malah kita suka lalai untuk shalat yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Tafsir QS 2: 21-22.