Metafora dalam Quran dan Orang Fasik

Allah berfirman dalam Al Quran sering menggunakan metafora atau perumpamaan untuk menjelaskan maksud dari suatu keadaan. Contohnya pada ayat surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat sekalipun.  Selain itu ada ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

Lalat dan laba2

Orang beriman pasti yakin perumpamaan ini memang berasal dari Allah SWT sedangkan orang kafir yang dibiarkan sesat oleh Allah SWT bingung dengan maksud Allah membuat perumpamaan seperti ini. Orang-orang yang sesat ini disebut orang fasik itu ialah orang yang suka melanggar perjanjian terutama perjanjian kepada Allah SWT untuk menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka suka memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah sesuka mereka sendiri dan mereka berbuat kerusakan/zalim di dunia. Orang inilah yang rugi dunia dan akhirat.

Sehingga orang fasik dan orang kafir bisa dikatakan mirip karena sama-sama mengingkari yang Allah SWT perintahkan dan suka berbuat berdasarkan kesukaan mereka sendiri.

(QS.2:26-27)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: