Al Lail

Surat ini merupakan surat yang ke- 9 yang diterima Rasulullah dan surat ke 92 berdasarkan urutan Mushaf al-Qur’an. Terdiri dari 21 ayat. Surat ini termasuk surat Makkiyyah.

Asbabun Nuzul:

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari al-Hakam bin Abban, dari ‘Ikrimah, yang bersumber dari ‘Ibnu ‘Abbas, bahwa ada seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang cabangnya menjulur ke rumah tetanganya, seorang fakir yang banyak anak. Setiap kali pemilik kurma itu memetik buahnya, ia memetiknya dari rumah tetangganya itu. Apabila ada kurma yang jatuh dan dipungut oleh anak-anak orang fakir itu, ia segera turun dan merampasnya dari tangan anak-anak itu, bahkan yang sudah masuk mulut mereka pun dipaksanya keluar. 

Orang fakir itu mengadukan halnya kepada Nabi SAW. Beliau berjanji akan menyelesaikannya. Kemudian Rasulullah SAW bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: “Berikan kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si fulan. Sebagai gantinya kamu akan mendapat pohon kurma di surga” Si pemilik pohon kurma berkata: “Hanya sekian tawaranmu? Aku mempunyai banyak pohon kurma, dan pohon kurma yang diminta itu yang paling baik buahnya”. Lalu si pemilik pohon kurma itu pun pergi. 

Pembicaraan si pemilik pohon kurma dengan Nabi SAW itu terdengan oleh seorang dermawan, yaitu Abu Ad-Dahda’ al-Anshari, yang langsung menghadap Rasulullah SAW dan berkata: “Seandainya pohon itu menjadi milikku, apakah tawaranmu itu Ya Rasulullah berlaku juga bagiku?” Rasulullah SAW menjawab : “Ya.” Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma. Si pemilik pohon kurma berkata: “Apakah engkau tahu bahwa Muhammad SAW menjanjikan pohon kurma di surga sebagai ganti pohon kurma yang cabangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Aku telah mencatat tawaran beliau. Akan tetapi buah pohon kurma itu sangat mengagumkan. Aku banyak mempunyai pohon kurma, tetapi tidak ada satu pohon pun yang selebat itu”. Abu Ad-Dahda’ al-Anshari berkata: “Apakah engkau mau menjualnya?” Ia menjawab : “Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak aka nada yang sanggup”. Abu Ad-Dahda’ al-Anshari berkata lagi: “Berapa yang engkau inginkan?” Ia berkata : “Aku ingin empat puluh pohon kurma”. Abu Ad-Dahda’ al-Anshari terdiam, kemudian berkata lagi : “Engkau minta yang bukan-bukan. Tapi baiklah aku berikan empat puluh pohon kurma padamu, dan aku minta saksi jika engkau benar-benar mau menukarnya”. Iapun memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu. 

Orang dermawan itu menghadap Rasulullah SAW dan berkata: “Ya Rasulullah, pohon kurma itu telah menjadi milikku. Aku akan menyerahkannya kepada tuan”. Maka berangkatlah Rasulullah SAW menemui pemilik rumah yang fakir itu dan bersabda: “Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu”. Maka turunlah ayat ini (al-Lail ayat 1- akhir ayat) yang membedakan kedudukan orang bakhil dengan orang dermawan.

Tafsir

  1. يَغْشٰ إِذَا وَالَّيْلِ
    itu menutup saat Demi Malam
  2. وَالنَّهَا رِ إِذَاتَجَلَّيٰ
    Demi siang saat bersinar terang
  3. وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَيٰ
    Dan Dia yang menciptakan Laki-Laki dan Perempuan
  4. إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّيٰ
    Sesungguhnya usaha-usaha kalian bermacam-macam
  5. فَأَمَّا مَنْ أَعْطَيٰ وَاتَّقَيٰ
    Maka untuk siapa yang memberikan dan takut
  6. وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ
    Dan mempercayai kebaikan terbaik
  7. فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَيٰ
    Maka Kami akan memudahkan menuju kemudahan
  8. s
  9. s
  10. s
  11. s
  12. ss
  13. s
  14. s
  15. a
  16. a
  17. aw

Allah telah bersumpah: wal laili idzaa yaghsyaa (“Demi malam apabila menutupi [cahaya siang]”) yakni apabila menutupi makhluk dengan kegelapannya. Wan naHaari idzaa tajallaa (“Dan siang apabila terang benderang”) yakni dengan cahaya dan sinarnya. Wamaa khalaqadz dzakara wal untsaa (“Dan penciptaan laki-laki dan perempuan.”) yang demikian itu  sama seperti firman Allah: wa ming kulli syai-in khalaqnaa zaujaini (“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan.”)(adz-Dzaariyaat: 49). Ketika sumpah itu menggunakan hal-hal yang saling bertentangan, maka yang disumpahkanpun  juga saling bertentangan [berlawanan]. Oleh Karena itu Dia berfirman: inna sa’yakum lasyattaa (“Sesungguhnya usahamu memang berbeda-beda.”) yakni berbagai amal perbuatan hamba-hamba-Nya yang mereka kerjakan saling bertentangan dan juga bertolak belakang, dimana ada yang berbuat kebaikan dan ada juga yang berbuat keburukan.

Firman Allah: “Fa ammaa man a’thaa wattaqaa (“Adapun orang yang memberikan [hartanya di jalan Allah] dan bertakwa). Yakni mengeluarkan apa yang diperintahkan untuk dikeluarkan  dan berakwa kepada Allah dalam segala urusannya. Wa shaddaqa bil husnaa (“Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik.”) yakni diberi balasan atas semuanya itu. Demikian yang dikemukakan oleh Qatadah. Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yaitu dengan peninggalan.” Abu ‘Abdirrahman as-Sulami dan adl-Dlahhak mengatakana: “Yaitu dengan kalimat laa ilaaHa illallaaHu (tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah). Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, dia berkata, aku pernah  bertanya kepada Rasulullah saw. Mengenai  kata al husnaa, maka beliau menjawab: “Al husnaa berarti syurga.”

Firman-Nya: fasanuyassiruHuu lil yusraa (“Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”) Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yakni menuju kepada kebaikan.”

Wa ammaa mam bakhila was taghnaa (“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup.”) ‘Ikrimah berkata dari Ibnu ‘Abbas: “Yakni kikir terhadap hartanya dan tidak membutuhkan Rabb-nya.” Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim. Wakadzdzaba bil husnaa (“Serta mendustakan pahala yang terbaik.”) yakni mendustakan pahala di alam akhirat kelak. fasanuyassiruHuu lil ‘usraa (“Maka kelak kami akan menyiapkan baginya [jalan] yang sukar.”  Yakni jalan keburukan, sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala yang artinya: “dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (al-An’am: 110)

Ayat-ayat al-Qur’an yang membahas tentang pengertian ini cukup banyak yang menunjukkan bahwa Allah akan memberi balasan kepada orang yang menuju kepada kebaikan berupa taufiq untuk mengarah kepadanya. Dan barangsiapa menuju kepada keburukan, akan diberi balasan berupa kehinaan. Semuanya itu sesuai dengan takdir yang ditetapkan.

Dan hadits-hadits yang menunjukkan pengertian itu juga cukup banyak. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib, dia berkata: “Kami pernah bersama Rasulullah saw. di kuburan Baqi’ al Gharqad untuk mengantar jenazah, beliau bersabda: ‘Tidak ada seorangpun di antara kalian melainkan telah ditetapkan tempat duduknya di surga dan tempatnya di neraka.’ Para shahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, mengapa kita tidak pasrah saja?’ Beliau menjawab: ‘Beramallah kalian, karena masing-masing akan diberikan kemudahan menuju kepada apa yang diciptakan untuknya.’ Setelah itu beliau membaca ayat: “Fa ammaa man a’thaa wattaqaa Wa shaddaqa bil husnaa. fasanuyassiruHuu lil yusraa   (“Adapun orang yang memberikan [hartanya di jalan Allah] dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik. Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. –sampai pada firman-Nya: “baginya jalan yang sukar.”)

Ibnu Jarir mengatakan: “Dan disebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar ash-Shidiq: “Fa ammaa man a’thaa wattaqaa Wa shaddaqa bil husnaa. fasanuyassiruHuu lil yusraa   (“Adapun orang yang memberikan [hartanya di jalan Allah] dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik. Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.”)

Firman Allah: wa maa yughnii ‘anHu maa luHuu didzaa taraddaa (“Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.”) Mujahid mengatakan: “Yakni jika dia mati.” Abu Shalih dan Malik berkata dari Zaid bin Aslam: “Yakni, jika telah binasa di dalam Neraka.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: