Category Archives: Hadis

Bertikai dengan sesama muslim masuk neraka

Persaudaraan dalam muslim sangat dijunjung dan diajarkan oleh Rasulullah. Kali ini kita mencoba mengambil hikmah dalam hadis shahih dari Bukhari sebagai berikut:

“Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Al Mubarak Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid Telah menceritakan kepada kami Ayyub dan Yunus dari Al Hasan dari Al Ahnaf bin Qais berkata; aku datang untuk menolong seseorang kemudian bertemu Abu Bakrah, maka dia bertanya: Kamu mau kemana? Aku jawab: hendak menolong seseorang. dia berkata: Kembalilah, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jika dua orang muslim saling bertemu (untuk berkelahi) dengan menghunus pedang masing-masing, maka yang terbunuh dan membunuh masuk neraka. aku pun bertanya: Wahai Rasulullah, ini bagi yang membunuh, tapi bagaimana dengan yang terbunuh? Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: Dia juga sebelumnya sangat ingin untuk membunuh temannya. (HR.bukhari No : 30)”

Dari hadis ini, ketika kita melihat ada dua rekan sesama muslim yang berantem hanya gara-gara persoalan sepele apalagi terkait dengan duniawi maka sebaiknya jika bisa kita membantu mendamaikan. Mendamaikan dengan mengingatkan kepada mereka yang bertikai mengenai bagaimana Rasulullah memandang dua orang muslim yang berkelahi sampai ingin membunuh.

Hal yang bisa kita ambil contoh seperti tawuran dan segala bentuk kekerasan yang terjadi di masyarakat. Tawuran antar murid sekolah, mahasiswa hingga para fans klub sepakbola. Mereka tidak melihat bahwa orang yang dianggap musuh baginya ialah juga muslim dan mereka hanya berkelahi hanya gara-gara fanatisme terhadap kelompok dan golongannya.

Semoga kita semua dan keluarga dapat terlindung dari permusuhan seperti ini yang mengakibatkan perpecahan di tubuh umat Islam.

Mari kita memberi makan dan salam kepada orang lain

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Khalid berkata, Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yazid dari Abu Al Khair dari Abdullah bin ‘Amru; Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Islam manakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal“. (HR. Bukhari no 9).

Dari ajaran Nabi Muhammad SAW ini, Islam mengajarkan rasa sosial yang tinggi terhadap orang lain. Dimana Rasulullah SAW mengajarkan jika ada dua orang muslim maka muslim yang satu dapat derajat lebih baik jika muslim tersebut memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang lain baik itu yang kita kenal atau tidak kenal.

Menjadi muslim yang paling baik ini tentunya setelah orang tersebut dapat menjalankan perintah dan larangan Allah SWT. Jika kita hanya mengambil hadist ini saja namun kita tidak menjalankan shalat dan rukun-rukun islam lainnya maka hal tersebut tidak disebut muslim yang paling baik. Setelah kita jalankan rukun-rukun islam dan mentaati perintah Allah SWT yang ada di Al Quran maka kita seharusnya keluar dari hubungan hablum minallah menjadi hablum minannaas.

Beberapa action plan terkait hadist ini yang dapat kita kerjakan ialah sebagai berikut:

  1. Program Berbagi Makanan
    • Kita bisa mulai dengan membuat rencana seperti mengundang tetangga untuk makan bersama atau mentraktir rekan atau kawan-kawan sekantor atau sekampus dalam beberapa waktu tertentu. Selain itu, yang lebih baik ialah kita dapat memberi makan orang-orang yang memang membutuhkan seperti pengemis, anak jalanan dan orang yang memang masih kekurangan.
  2. Mengucapkan salam kepada orang lain
    • Saat kita berada di tempat umum maka Rasulullah menganjurkan untuk mengucapkan salam (Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh) kepada muslim yang lain. Baik itu kita kenal dengan orang tersebut ataupun memang kita tidak kenal. Seperti saat di pertemuan keluarga, resepsi pernikahan, kampus, pertemuan di kantor dll. Hal ini akan menunjukkan bahwa seorang muslim peduli dan tidak sombong terhadap orang lain.

Semoga kita dapat menerapkan hadist ini di dalam kehidupan sehari-hari.

Menjaga mulut dan tangan terhadap muslim lain

Kali ini kita membahas mengenai hadis riwayat Bukhari nomer 9 yang menyatakan sebagai berikut:

“Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdullah bin Abu As Safar dan Isma’il bin Abu Khalid dari Asy Sya’bi dari Abdullah bin ‘Amru dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda: “Seorang muslim adalah orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah”
Dari hadis ini, Rasulullah mengajarkan ke kita untuk menjaga lisan dan tangan kita terhadap muslim yang lain agar muslim lain selamat atas lisan dan tangan kita. Artinya ialah kita tidak mengejek, mencibir dan berkata buruk mengenai muslim lain. Jika kita tidak setuju atau tidak menyukai muslim lain maka kita sebaiknya diam atau berdiskusi langsung dengannya dengan baik.
Jika berbicara yang tidak baik dengan muslim saja bukan merupakan ciri seorang muslim, apalagi jika seseorang menzalimi muslim yang lainnya. Seperti berantem dengan tangannya, menyakiti muslim tersebut, atau dengan kebijakannya menjadikan muslim yang lain tidak selamat maka hal itu bukanlah sifat seorang muslim.
Maka menjadi seorang muslim bukan hanya untuk seorang diri tersebut. Namun menjadi seorang muslim ialah ketika dia dapat berbicara dan bertingkah laku dengan baik kepada muslim yang lain seperti kepada istrinya, anaknya, orang tuanya dan saudara-saudaranya.