Category Archives: Al Baqarah

Siklus kehidupan dibuat Tuhan

Bagaimana kita ingkar kepada Allah SWT yang menciptakan kita dengan siklus mati – hidup – mati – hidup dan akan dikembalikan kembali kepada-Nya.

  • Fase pertama ialah Mati. Lama fase ini: ~ (Wallahualam)

yaitu disaat kita sebelum berada di rahim ibu kita. Kita tidak berwujud apa-apa. Pernahkah kita berpikir bahwa jika kita tidak hidup ke dunia, kita akan berada dimana? Mungkin kita hanya berupa nyawa yang berada dalam kegelapan dan tidak berarti apa-apa.

  • Fase kedua ialah Kehidupan Dunia. Lama fase ini: sesuai umur Rasulullah (normalnya 50-70 tahun)

Kemudian Allah SWT menjadikan kita ruh yang menempati fisik bayi saat masih berada di dalam rahim ibu kita. Disinilah Allah SWT menjadikan kita hidup. Setelah kita lahir ke dunia, Allah menjadikan kita seorang manusia yang saat inilah Allah memberikan petunjuk dari Rasul-Nya agar kita menjalani kehidupan ini memiliki visi, misi dan manual yang jelas.

Cycle

  • Fase ketiga: Kematian di alam kubur. Lama fase ini: kurang lebih 3000 tahun.

Setelah kita berumur kurang lebih 63 tahun, kita akan mati dan masuk ke dalam kubur untuk menunggu dibangkitkan kembali. Di kubur ini, yang kita bawa hanya amalan kita di dunia saja. Harta, keluarga dan segala yang kita dapat di dunia akan ditinggalkan. Bayangkan 3000 tahun ini bisa menjadi siksaan namun bisa juga menjadi ketenangan. Tergantung amal kita, jika amal kita bagus, shalat 5 waktu yang bagus, amalan wajib dan sunah kita penuhi, amal jariyah yang terus mengalir maka kubur kita tidak akan sempit. Wallahualam

  • Fase keempat: Kebangkitan di Alam Mahsyar. Lama fase ini: kurang lebih 50.000 tahun

Setelah kiamat datang, maka kita akan dibangkitkan oleh Allah SWT untuk menunggu pengadilan yang sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Semua orang akan membawa buku catatan semua amal yang pernah ia lakukan selama di dunia yang hanya berkisar antara 50-70 tahun. Jika amalannya baik maka ia akan menunggu bersama Rasulullah dan dengan tenang namun jika amalannya buruk, maka ia akan ketakutan dan sangat galau. Di fase ini, semua orang akan menunggu kurang lebih 50.000 tahun sebelum ia akan dimasukkan ke dalam surga atau neraka selama-lamanya.

Kesimpulan:

  • Hidup di dunia ini merupakan fase yang sangat sebentar dan tidak akan berarti apa-apa jika dibandingkan dengan fase berikut setelah kita mati. Oleh karena itu, kita harus menjadikan hidup di dunia ini menjadi bekal yang banyak untuk kehidupan berikutnya. Bekal yang paling baik ialah menjadi orang yang bertaqwa dan selalu menghindari berbuat dosa karena bisa jadi kita kalah di pengadilan Allah karena perbuatan dosa kecil yang kita selalu lakukan dan menganggap remeh.

QS. Al Baqarah: 28.

Hanya kepada Allah SWT lah kita berlindung dan memohon pertolongan.

Advertisements

Metafora dalam Quran dan Orang Fasik

Allah berfirman dalam Al Quran sering menggunakan metafora atau perumpamaan untuk menjelaskan maksud dari suatu keadaan. Contohnya pada ayat surat 23 Al Hajj yang di dalamnya Allah menerangkan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat sekalipun.  Selain itu ada ayat 41 surat Al Ankabuut yang di dalamnya Tuhan menggambarkan kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang laba-laba.

Lalat dan laba2

Orang beriman pasti yakin perumpamaan ini memang berasal dari Allah SWT sedangkan orang kafir yang dibiarkan sesat oleh Allah SWT bingung dengan maksud Allah membuat perumpamaan seperti ini. Orang-orang yang sesat ini disebut orang fasik itu ialah orang yang suka melanggar perjanjian terutama perjanjian kepada Allah SWT untuk menaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka suka memutuskan apa yang diperintahkan oleh Allah sesuka mereka sendiri dan mereka berbuat kerusakan/zalim di dunia. Orang inilah yang rugi dunia dan akhirat.

Sehingga orang fasik dan orang kafir bisa dikatakan mirip karena sama-sama mengingkari yang Allah SWT perintahkan dan suka berbuat berdasarkan kesukaan mereka sendiri.

(QS.2:26-27)

Tantangan untuk yang masih ragu terhadap Al Quran

Allah SWT menantang kepada seseorang yang masih ragu terhadap kebenaran kitab Al Quran dan bahwa kitab ini diturunkan kepada Rasulullah dari Allah SWT. Tantangan untuk membuat satu surat yang semisal dengan Al Quran. Satu surat yang semisal ini ialah terkait dengan kebenaran isinya, kosa kata dari penyusun surat Al Quran, dan dihafal ribuan bahkan jutaan orang di bumi. Dan jika kamu sendiri tidak bisa membuat satu surat semisal maka silahkan mengajak seluruh manusia atau ciptaan Allah lainnya untuk membuatnya.

Allah menjelaskan di ayat berikutnya bahwa pasti manusia tidak akan mampu membuat satu surat seperti Al Quran. Dan jika manusia tidak mampu membuat Al Quran, maka takutlah akan neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Neraka ini disediakan untuk orang-orang kafir yang ingkar perintah Allah. Agar kita tidak masuk ke dalam neraka, maka kita harus menjadi orang yang beriman dan menjalankan seluruh perintah Allah SWT.

Sedangkan bagi orang yang beriman dan yakin terhadap Al Quran serta mereka berbuat baik dan menjalankan perintah Allah SWT sekaligus menjauhi larangan-Nya. Maka untuk mereka disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Untuk kaum mukminin ini maka disediakan pasangan-pasangan yang suci dan mereka akan kekal di dalam surga ini.

HD Paradise Wallpaper

 

(QS.2:23-25)

Sembahlah Tuhan yang menciptakan bumi, langit dan air

Pada ayat 21 surat Al Baqarah, Tuhan memerintahkan seluruh manusia untuk menyembah Allah sebagai Tuhan yang telah menciptakan manusia baik itu yang sekarang maupun sebelum kita. Sehingga manusia itu merupakan ciptaan Tuhan bukan berasal dari evolusi kera. Tujuan perintah menyembah ini ialah agar manusia menjadi orang yang bertakwa. Karena dengan takwa, manusia akan mendapat ridho Sang Pencipta sehingga ia akan hidup bahagia di dunia dan setelah kematian nanti yaitu di akhirat. Seperti pada hikmah sebelumnya, orang takwa akan menjadi orang beruntung dan akan mendapat petunjuk dari Tuhan.
—
Allah menjelaskan bahwa Dia menciptakan bumi sebagai hamparan yang luas dan langit itu sebagai atap dari hamparan tersebut. Seperti yang kita ketahui, langit bumi terdiri dari atmosfir yang berlapis-lapis. Dari Troposphere hingga Exosphere, masing-masing lapisan memilki fungsi masing-masing. Ada yang bertindak untuk menahan radiasi ultraviolet dan juga ada yang memantulkan gelombang mikro. Sehingga lapisan ini bertindak seperti atap dari daratan dan lautan di bumi. Diatas atmosphere sebenarnya ada lapisan langit yang lebih luas yaitu alam semesta.
Langit dan Bumi
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menurunkan air dari langit ke bumi dan dari air inilah keluar buah-buahan sebagai rezeki untuk manusia.
Dengan ciptaan-Nya ini, Allah memerintahkan kita manusia untuk tidak menjadikan sesuatu atau seseorangpun sebagai tandingan Allah sebagai Tuhan. Makna ini cukup mendalam, kadang kita mengaku bertuhan Allah namun kita tidak mengutamakan Allah ketika panggilan Allah untuk shalat telah tiba, malah kita suka lalai untuk shalat yang diperintahkan oleh Allah SWT.
Tafsir QS 2: 21-22.

Jangan menjadi orang ingkar dan munafik

Kata kafir dan munafik ialah jenis kategori manusia yang dilakukan dirinya terhadap petunjuk yang telah sampai kepadanya dari rasulullah. Dia telah tahu apa itu ajaran Allah yang dibawakan oleh utusan-Nya yaitu Rasulullah SAW namun manusia ini mengingkari jalan itu, tidak mau mengikuti, bahkan menjadi musuh dari umat yang menjalani ajaran Allah tersebut. Tipe ini ialah orang kafir.

Allah SWT menjelaskan bahwa ketika kita memberikan peringatan/dakwah kepada orang kafir, banyak di antara mereka tetap tidak akan beriman karena Allah telah mengunci hati, telinga mereka dan pada mata mereka ada tutup atau hijab yang membuat mereka tidak dapat melihat kebenaran. Bagi mereka siksa yang amat berat. Namun, selain itu Allah SWT berkehendak untuk menjadikan orang yang tadinya kafir bisa mendengar atau melihat petunjuk sehingga mereka berpikir dan menemukan kebenaran. Jadi walaupun hati, telinga, dan mata mereka terkunci, Allah memberikan akal agar mereka masih dapat berpikir.

Kafir

Sedangkan manusia yang dia mengaku beriman akan tetapi perbuatannya tidak merefleksikan sebagai orang yang sungguh beriman. Manusia tipe inilah yang disebut orang munafik. —Mereka hanya menipu Allah & orang-orang beriman namun sesungguhnya mereka ini menipu diri sendiri. Di dalam hati orang munafik ini ada “penyakit” dan Allah akan terus menambah “penyakit” ini. Orang munafikpun akan dibalas dengan siksa yang pedih atas apa yang mereka dustakan di dunia.

Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang munafik ini, kita merasa sudah menjadi orang beriman yang benar namun padahal perbuatan kita mencerminkan orang munafik. Sehingga di dalam hati kita terdapat penyakit. Untuk mengetahui apakah kita termasuk ke dalam golongan orang munafik, Allah menjelaskan pada ayat 11-14 Al Baqarah yaitu:

  • —Mereka berbuat kerusakan di bumi namun ketika diingatkan merasa bahwa mereka telah berbuat kebaikan bukan kerusakan. Contoh berbuat kerusakan di bumi seperti menebang hutan yang dilindungi dan membunuhi makhluk hidup di dalamnya. Selain itu kerusakan di bumi ini juga yang dimaksud hal-hal kecil seperti membuang sampah sembarangan. Islam adalah agama yang sangat mencintai alam dan membenci kerusakan di bumi. Oleh karena itu, jika kita orang muslim maka kita seharusnya mencintai alam dan ketertiban di muka bumi. Jauhilah orang yang suka berbuat kerusakan di bumi karena jangan-jangan kita termasuk ke dalam golongan orang munafik ini.

  • Kedua, mereka tidak mau beriman seperti mukmin lainnya bahkan mereka mengejek mukmin lainnya itu merupakan orang-orang bodoh padahal Allah telah menjelaskan bahwa yang bodoh itu ialah orang-orang munafik. Contoh di bawah orang muslim mengejek mukmin lainnya dan tidak mau beriman seperti mukmin lainnya.

  • Ketika orang munafik bertemu dengan orang Islam, mereka berkata mereka beriman namun ketika mereka bertemu dengan orang-orang kafir atau munafik lainnya, mereka hanya bilang bahwa mereka hanya bercanda dan bermain-main saja.

—Allah akan mempermainkan orang munafik ini di dunia dan akhirat dan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka terus terombang ambing. —Orang ini menukar petunjuk yang jelas dalam Al Quran dengan kesesatan dan mereka tidak mendapat petunjuk dari Allah SWT.

Untuk orang munafik seperti ini, Allah memberikan perumpamaan kondisi yang dialami oleh orang seperti ini yaitu:

  • Mereka seperti menyalakan lilin di tempat yang gelap kemudian lilin itu dimatikan oleh Allah sehingga mereka berada dalam kegelapan menjadi Tuli, Bisu dan Buta sehingga mereka pun tidak dapat kembali

Candle

  • Selain itu, mereka seperti berada dalam kondisi hujan yang sangat lebat dan gelap, hanya ada kilat beserta petir di dalamnya. Mereka menutup telinga karena takut mati diakibatkan menggelegarnya kilat dan hujan yang sangat lebat disertai kegelapan yang pekat.

Heavy Rain

  • Kilat tadi hampir menyambar mata mereka. Setiap ada sinaran kilat, mereka berjalan namun ketika gelap mereka berhenti. Allah bisa saja menghilangkan penglihatan dan pendengaran mereka
—Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu termasuk orang-orang kafir. Itulah tadabbur dari ayat QS.2:6-20.

Petunjuk manusia dan cara menjadi orang yang beruntung

Pada awal blog ini saya ingin mentadabburi Al —Quran dimulai dari surat Al Baqarah ayat 1 hingga 5. Disini Allah SWT menjelaskan mengenai petunjuk bagi manusia bertakwa dan ciri-ciri manusia yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Tuhannya.

Dimulai dengan Alif Lam Mim yang menandakan awalan dari surat-surat utama di dalam Al Quran.
Pada ayat 2, Allah menjelaskan bahwa —Al Quran merupakan kitab yang asli dan original dari Tuhan pencipta alam semesta dan tidak ada keraguan di dalamnya. Tidak ada keraguan disini bahwa kitab ini tidak diciptakan oleh manusia, segala sesuatu yang terkandung di dalamnya adalah benar dan tidak ada perubahan apapun dari awal mulanya turun Al Quran. Sehingga dengan kebenaran kitab Al Quran, seharusnya manusia menjadikan Al Quran sebagai referensi segala persoalan hidup dan menjadi petunjuk cara hidup seseorang.
—Disini disebutkan bahwa Al Quran merupakan petunjuk atau referensi bagi orang bertakwa. Karena orang yang bertakwa merupakan orang yang beriman kepada Al Quran dan bisa mentadabburi makna Al Quran sehingga ia akan mengamalkan kitab Al Quran ini dalam setiap nafas kehidupan yang dijalaninya. Ibaratnya Al Quran ini suatu manual seseorang manusia yang bertakwa yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dari mulai bangun tidur hingga manusia tersebut kembali tidur.
2013-08-10-11-30-57
Setelah disebutkan orang bertakwa, ayat berikutnya menjelaskan bagaimana cara menjadi orang bertakwa dan keuntungan orang yang bertakwa.
Pada ayat 5, Allah menjelaskan bahwa orang bertakwa akan mendapat keberuntungan dan mendapat petunjuk dari Tuhan mereka. Inilah sebenarnya kenikmatan menjadi orang yang bertakwa yaitu kenikmatan menjadi orang beruntung (bejo) dan mendapat petunjuk dari Allah. Dengan ketakwaan, kita bisa mendapat nikmat keberuntungan dunia dan akhirat. Jika saya tadabburi lebih dalam, keberuntungan dunia seperti rizki yang pas dan cukup. Pas butuh rumah, rezeki yang diberikan Allah juga pas ada. Pas butuh liburan, diberikan waktu dan uang yang cukup untuk liburan. Begitu juga dengan keberuntungan akhirat yang pasti orang yang paling beruntung ialah yang bisa melewati padang mahsyar dengan tenang dan pada akhirnya dimasukkan ke dalam jannah atau surga.
Selain beruntung, orang bertakwa juga mendapatkan petunjuk dari Allah. Petunjuk disini mungkin diarahkan kepada pilihan dalam hidupnya. Entah mungkin pada saat kondisi di pekerjaan yang membutuhkan suatu keputusan. Jika dia orang yang bertakwa maka dia bisa mendekat kepada Allah dan berdoa untuk mendapat keputusan terbaik. Maka dari itu, pemimpin yang bermanfaat ialah yang paling bertakwa. Karena dengan dia bertakwa maka seluruh keputusan seorang pemimpin akan diberikan petunjuk oleh Allah SWT. Pemimpin tersebutpun juga tidak akan berbohong, korupsi dan melakukan tindakan yang melanggar aturan Allah SWT.
Dan untuk menjadi orang bertakwa, Allah menjelaskan caranya yaitu:
  1. Orang yang beriman dengan hal-hal yang gaib terutama Maha Gaib yaitu Allah SWT. Selain itu, kita juga beriman kepada malaikat yang gaib serta makhluk Allah lainnya
  2. Orang yang mendirikan shalat

Setelah beriman, Allah menegaskan bahwa orang bertakwa itu ialah orang yang mendirikan shalat. Sehingga kita dapat melihat pentingnya shalat setelah kita meyakini iman kepada yang gaib. Jika kita tidak mendirikan shalat maka sudah dipastikan kita tidak akan menjadi orang yang bertakwa
       3.  Orang yang menginfakkan rezeki yang telah diberikan Allah. Infaq dan zakat merupakan komponen menjadi takwa. Jika kita shalat saja namun tidak ada keinginan berbagi maka kita tidak akan menjadi seseorang yang bertakwa.

       4.  Orang yang beriman kepada Al Quran dan kitab sebelum Al Quran. Iman kepada Al Quran disini ialah mempelajarinya, membaca, menghafal dan yang terutama mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa melihat contohnya dari kehidupan Rasulullah SAW yang mana beliau adalah teladan seluruh manusia dan beliau merupakan Al Quran yang berjalan.
            Orang takwa juga yakin dengan kitab sebelum Al Quran seperti Injil dan Taurat. Namun dengan kondisi kitab-kitab tersebut sekarang ini sudah banyak revisi oleh manusia mengakibatkan kitab-kitab sebelum Al Quran sudah tidak dapat dijadikan referensi. Seluruh nabi Allah mengajarkan satu ilmu yaitu tauhid.
       5.  Orang yang yakin akan adanya akhirat setelah kematian. Yang terakhir ialah, orang bertakwa ialah yakin setelah kematian ada tahapan akhirat. Yaitu hari dimana manusia dibangkitkan dari nabi Adam hingga akhir manusia. Hari dimana semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan dan ditimbang oleh Allah SWT. Siapa yang menjadi hamba yang mengikuti petunjuk Allah akan mendapatkan sesuai dengan janji-Nya sedangkan siapa yang menjadi hamba yang inkar dan tidak mau mengikuti petunjuk juga akan mendapatkan balasan dari-Nya.
Demikianlah tadabbur 5 ayat pertama surat Al-Baqarah yang menjelaskan petunjuk manual manusia dan cara menjadi orang yang beruntung dan mendapat petunjuk dari Allah SWT