Category Archives: Al Falaq

Tadabbur Surat ke 113 Al Falaq – 4

113_4

Naf-fatsaat (plural feminin) – dalam bahasa arab berarti wanita-wanita yang meniup pada simpul-simpul. Tetapi itu juga bisa berarti kata sifat dari nufuus, plural dari nafs (mereka yang meniup ke simpul-simpul sihir.  Nafts ialah kata feminine, sementara naf-fatsaat = feminine plural. Ini juga bisa menunjukkan kepada suatu kelompok-kelompok manusia melakukan sihir secara tertutup. Naf-fatsa (nun, fa, fa, Tsa [dengan 3 titik padanya] berarti yang meniup dengan sedikit ludah keluar dari mulutnya.

 

Tadabbur Surat ke 113 Al Falaq – 3

113_3

Ghaasiqin berasal dari kata ghasaq yaitu bagian pertama saat malam. Ketika langit biru telah pergi maka langit menjadi hitam. Kata Ghaasiq dalam literatur arab berarti yang hilang seperti saat matahari hilang maka keadaan menjadi gelap. Ghasaq al Qamar berarti gerhana bulan. Allah berfirman bahwa waktu saat malam yang benar-benar gelap.

Min syarri ghaasiqin -dari kejahatan malam. Rasulullah menghindari sahabat-sahabatnya dari keluar saat malam. “Jika kalian tahu apa yang saya tahu, maka kamu tidak akan keluar saat malam.” Syaithan pada berkumpul di laut saat malam. Dalam kondisi sosial kita sekarang, banyak manusia melakukan tindak kejahatan saat waktu malam. Nightclub, narkoba, minum alkohol, berzina dan lainnya. Potensi kejahatan saat waktu malam semakin lebih besar. Jadi kita minta Allah untuk melindungi kita dari kejahatan saat gelap.

Waqab – secara bahasa berarti Kejahatan. Jadi itu seperti kita meminta Allah untuk melindungi kita dari kejahatan kegelapan saat semakin malam. Jadi kenapa kata waqab digunakan?  waqab ad-dhalam = kegelapan jadi benda-benda tidak terlihat. Waqaba mirip seperti adanya parit di gunung pada malam hari kemudian ketika ada sesuatu jatuh kedalamnya, kita tidak dapat melihatnya.

A’uudzu merupakan mencari perlindungan dari benda-benda yang tidak dapat kita lihat. Saat banyak sesuatu yang mengintai kita saat malam hari dan kita tidak dapat melihat. Namun Ghaasiq biasanya menyatakan ke bulan, dan saat bulan juga mempengaruhi arus pasang dan surut pada air laut. Tubuh manusia juga mempunyai efek dari gaya magnet dari bulan sehingga manusia lebih condong menjadi lebih jahat. Dari jaman dahulu, bulan dianggap mempengaruhi tindakan manusia saat malam. Allah mengajarkan kita banyak hal-hal yang tidak kita sadari. Orang-orang yang suka pergi dugem dan pergi malam, mereka perlu segera berhenti melakukan itu. Mereka tidak bisa membaca Al Falaq dan melakukan tindakan yang kontradiksi dengan ajaran Rasulullah SAW.

 

Tadabbur Surat ke 113 Al Falaq – 2

 

113_2

Tiga kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan kejahatan dalam Qur’an, yaitu:

  1. Syarr ialah lawan kata dari khayr. Secara umum berarti kejahatan yang akan menyebabkan seseorang terluka. Syaraara berarti percikan api yang dapat membahayakan kita
  2. Bi’sa ialah saat kita merasakan sesuatu itu menjijikkan. Itu merupakan lawan kata dari Ni’ma yang berarti enjoy
  3. Sa’a (sayi’a) – Jahat dan jelek. Ini merupakan lawan kata dari hasuna (indah dan cantik).

Min Syarri maa khalaq, syarri dari apa yang Dia ciptakan. Aku meminta perlindungan kepada Allah dari apa yang Dia ciptakan. Dialah yang menciptakan segalanya maka hanya Dia yang bisa melindungi dari kejahatan makhluk-makhluknya. Dia memiliki kuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Kesempurnaan itu hanyalah milik Allah, yang lain memiliki kekurangan atau kelemahan. Matahari, air, bumi, manusia dan setiap ciptaan akan punya potensi membahayan dalam setiap ciptaan. Jadi kita meminta Allah untuk melindungi kita semua dari potensi bahaya semua yang Dia ciptakan.

 

 

Tadabbur Surat ke 113 Al Falaq – 1

Ayat 1

113_1.JPG

Pada ayat pertama, Allah menyuruh kita untuk meminta dan masuk ke dalam perlindungan. A’udzu berarti aku menyerahkan diriku dan masuk ke dalam perlindungan. Pada statement ini kita menyerahkan diri kita ke sesuatu yang lebih kuat dan masuk ke dalam perlindungan. Jadi kita secara rendah hati masuk ke dalam perlindungan Allah SWT.

Falaq – Fal-laqa berarti untuk merobek sesuatu dan kemudian ada sesuatu keluar dari hasil robekan tersebut.  Sebagai contoh, saat merobek bantal kemudian bulu-bulu bantal keluar. Atau saat sinar matahari memecah kegelapan di pagi hari.

Ada beberapa ulama yang memuat teori Big Bang menjadi tafsir dari Falaq ini. Berarti bahwa alam semesta ini muncul dari titik asal ini kemudian terbentuk dan mengembang. Jadi Falaq mirip dengan arti “dibuat”karena semua kehidupan datang menjadi nyata setelah merobek sesuatu.

Falaq ini berarti “daybreak” waktu pagi saat sinar matahari merobek gelapnya malam, segala sesuatu yang terbentuk setelah merobek sesuatu termasuk manusia, tanaman, binatang, langit dan lainnya.

Allah menandakan bahwa Dialah Tuan kelahiran, kehidupan. Karena perobekan ini menandakan keterbukaan ; kelahiran hari dari malam, kelahiran hujan merobek awan yang kemudian memberi hidup kepada
bumi yang matimemberikan kehidupan, menyediakan makanan hidup bagi semua makhluk hidup – yang melahirkan anak-anaknya.

Dalam surat ini, kita meminta perlindungan Allah dari bahaya-bahaya yang tidak terlihat. Surat ini merupakan manifestasi dari surat sebelumnya yaitu mengenai Tauhid. Surat ini ialah mengenai seseorang yang ditempatkan dalam kesulitan psikologi dan sosial.

  • Sihir – seseorang menyusahkan diri kita dari faktor internal ataupun eksternal
  • Iri merupakan perasaan dimana seseorang dapat membahayakan diri kita
  • Malam merupakan waktu takut karena kegelapan

Falaq bisa berarti merobek semua masalah yang kita punya. Itu seperti Allah memberikan waktu terbukanya setelah waktu-waktu sulit dan sekarang Allah memberikan relaksasi setelah susahnya masa-masa kita. Tuan yang merobek segala sesuatu terbuka dan membawa kamu dari masa kegelapan menuju cahaya.

Qul – Katakanlah

Kata Qul pada konteks surat ini berarti Allah menginginkan manusia untuk mendeklarasikan kelemahannya dengan lidahnya. Jadi Allah menginginkan manusia untuk bilang bahwa dia lemah, bahwa dia memerlukan pertolongan dan oleh karena itu dia memerlukan pertolongan dari Allah. Allah yang Paling Besar dari manusia. Sebuah tindakan kepasrahan dan ketidakberdayaan.

Karena banyak manusia yang sombong, maka egonya akan mencegah mereka dari meminta perlindungan dan ketika mereka berada di posisi yang membutukan pertolongan maka mereka akan meminta secara berbisik “akankah Engkau membantuku?”. Allah menyuruh kita untuk rendah hati dan meminta kepada-Nya secara langsung.

Kata Qul (katakanlah) –  menghilangkan arogansi dan kesombongan (istighna) yaitu berpikir bahwa kita serba cukup. Allah menghilangkan setiap atom kebanggaan dalam dada kita. Menyatakan ketidaksanggupan ini akan menghilangkan dua hal yaitu ego dan harga diri kita. Memiliki rasa aman karena berasal dari kemampuan kira sendiri merupakan betuk kesyirikan. Allah berfirman di surat Al -‘Alaq “kalla inna al insaana la yatgha, ar-Ra’aahu astaghnaa (Sesungguhnya tidak, sesungguhnya manusia itu pemberontak, dia melihat dirinya bisa mencukupi diri sendiri)”. Surat ini mematikan ego kita. Katakanlah ialah merupakan sebuah perintah, jadi saat kita minta dengan berdoa kepada Allah, kita sudah mematuhi sebuah perintah. Hal ini berarti kata Rabb di ayat ini menunjukkan kehadiran seorang Master/Tuan.